Minggu , Januari 23 2022
Home / Internasional / Kunjungan Kenegaraan Ke Jerman Jokowi Bertemu Merkel Dan Gauck

Kunjungan Kenegaraan Ke Jerman Jokowi Bertemu Merkel Dan Gauck

BP_Jakarta——-Senin, 18 April 2016, tepat pukul 14.00 Waktu Setempat (WS), Presiden Joko Widodo menyambangi Bundesklanzeramt atau Kantor Kanselir Republik Federal Jerman. Di sini, Presiden Jokowi langsung disambut Kanselir Republik Federal Jerman, Angela Merkel.

Keduanya berjalan bersama menuju karpet merah untuk memperkenalkan para pejabat yang berasal dari kedua negara. Kanselir Merkel lebih dahulu memperkenalkan delegasi resminya kepada Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan dengan perkenalan delegasi resmi Indonesia oleh Presiden.

Setelah itu, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel menuju dais untuk menerima laporan komandan jajar kehormatan dilanjutkan dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Republik Federal Jerman. Demikian seperti dilansir Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana.

Usai dikumandangkan Lagu Kebangsaan kedua negara, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel berjalan melewati karpet merah memeriksa jajar kehormatan. Usai mengikuti Prosesi Upacara Penghormatan Resmi Militer selesai, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel memasuki gedung Kantor Kanselir untuk memulai pertemuan.

Di sela-sela kunjungan kerja ke Jerman, sebelumnya Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin. Jokowi mengajak dan meyakinkan para pengusaha Jerman untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam kunjungan resmi ke Jerman, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck, Senin, 18 April 2016, di Kantor Presiden Republik Federal Jerman.
Kepada Presiden Gauck, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa selain kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, fokus kunjungan Presiden RI kali ini adalah peningkatan kerjasama pendidikan vokasional, sebagaimana dilansir Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana. Selanjutnya kedua Presiden melakukan tukar pikiran mengenai isu isu perdamaian dan keamanan di masing-masing kawasan.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa Indonesia merupakan contoh dimana Islam, demokrasi, dan toleransi dapat berjalan seiring. Sebagai negara muslim terbesar, Indonesia mampu mengembangkan demokrasi dan juga toleransi.

Mengenai laut China selatan, Presiden menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. Tidak akan ada negara yang diuntungkan jika kawasan tersebut menjadi kawasan yang tidak stabil.
Presiden Gauck menilai Presiden Jokowi merupakan presiden yang progresif, yang mampu membawa Indonesia maju secara politik dan ekonomi. Presiden Gauck juga menghargai peran Indonesia dalam berkontribusi perdamaian di timur tengah.

Hukuman Mati Kasus Narkoba

Kedua Presiden juga melakukan tukar pikiran mengenai masalah hukuman mati. Dalam pembicaraan tentang isu ini, Presiden Joko Widodo juga meminta agar Jerman dapat memahami situasi Indonesia, yang saat ini dalam kondisi darurat narkoba. “Sekitar 40-50 warga Indonesia meninggal setiap hari akibat penggunaan narkoba,” ujar Presiden. Dengan demikian, menurut Presiden, hukuman mati masih menjadi bagian hukum positif di Indonesia.
Akan tetapi, Presiden menjamin bahwa “Pelaksanaan dilakukan dengan sangat hati-hati dan hak-hak hukum dijamin secara penuh”.

Presiden Jokowi mengakhiri pembicaraan dengan menyampaikan undangan kepada Presiden Gauck untuk dapat berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan dan mempererat hubungan serta kerjasama diantara kedua negara.
Dalam pertemuan dengan Presiden Jerman, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. (RWN. Sumber: Humas Kemensetneg)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

TN Bantimurung Bulusaraung Ditetapkan Sebagai ASEAN Heritage Park

BP, Jakarta — Heritage dalam kamus Oxford ditulis sebagai sejarah, tradisi dan kualitas yang dimiliki …