Sabtu , Juni 15 2024
Home / Wawancara / Perjuangan Panjang Supir Andalan

Perjuangan Panjang Supir Andalan

BP, Bandung — Suheri lahir di Karawang 23 tahun lalu. Orang tua Heri adalah pedagang beras. Menginjak usia dewasa tantangan dunia kerja dihadapinya. Bahkan Heri bekerja dari pagi sampai jam 20.00 hanya diupah 80.000 rupiah. Namun semua itu dihadapinya tanpa mengeluh.

Diingatnya bahwa di tahun 2015 pernah menjadi kernet bus. Dari situ Heri banyak belajar. Melihat supir menilai dan membetulkan mesin yang rusak pernah dilakukan Heri hingga urusan mekanik mesin dikuasainya. Kini Heri menjadi sopir handal di sebuah perusahaan internasional milik negara tirai bambu.

Selasa sore (13/6/2023) ia bercerita tentang pengalaman kerja yang tidak semuanya mulus. “Orang melihat kerja sebagai driver itu enak, bisa banyak tidur, namun kenyataannya tidak sedikit menelan pil pahit,” tuturnya.

Pada masa bekerja sebagai supir truk, ketika deras, ia harus menutupi muatan dengan terpal sendiri. Resiko terpeleset pasti dihadapinya, belum lagi ketika ada ban bermasalah atau mesin ngadat, terlebih uang di kantong pas, Heri harus memutar otak sendiri, bagaimana caranya, kendaraan berjalan mulus, mesin tak gampang rusak. Semua pengalaman tadi menjadikannya Heri lebih matang dalam menghadapi masalah.

Diakuinya, meski sekarang pendapatan lebih baik daripada sebelumnya, namun resiko berbanding lurus dengan rezeki yang dimiliki, Heri harus siap 24 jam apabila sewaktu waktu pekerja tenaga kerja asing asal Tiongkok membutuhkannya.

Lelaki berpenampilan rapi ini selalu membantu rekan kerja yang membutuhkan uluran tangannya, tidak hanya itu, dua pekerja lokal yang menjadi penerjemah dan memasak juga kerap dibantu Heri.

Dari kecil Heri sering menggunakan nyiru (nampan bambu) untuk digunakan sebagai setir mobil, bakatnya memang sudah terlihat ketika usia 7 tahun, tak hanya itu Heri kerap memainkan ban bekas untuk digelindingkan bersama tangan dibawa lari sebagai fantasi mobil miliknya.

Kini Heri memiliki kendaraan sendiri, sebuah mobil berjenis city car. Ia memiliki cita-cita besar untuk membeli lagi kendaraan sendiri dari jenis truk. Harapan Heri dalam menatap masa depan masih penuh optimis. Dengan bekal pengetahuan dan kerja kerasnya ia bercita-cita suatu saat akan mempunyai usaha jasa transportasi pengiriman barang antar kota.

(FAI)

About admin

Check Also

Alfred Sitorus Potret Semangat di CFD

BP, Jakarta — (24/06/18) Ditemui di kawasan Mall Sarinah Jl. M. H. Tamrin No. 11 …