Jumat , Mei 1 2026

Komitmen Menjaga Kualitas Konstruksi Dalam Proyek

BP, Karawang — Tidak sedikit proyek mengambil jalan pintas, tidak memperhatikan untuk keselamatan dan kualitas. Iwan Pebriantoro, ST menjelaskan beberapa aspek teknis agar proyek tetap menjaga kualitasnya.

Iwan duduk sebagai Chef Inspector di konsultan kontruksi ternama di Indonesia.

California Bearing Ratio (CBR) adalah metode pengujian untuk mengukur kekuatan dan daya dukung tanah dasar (subgrade) serta material perkerasan jalan.

Iwan menjelaskan, bahwa nilai CBR (California Bearing Ratio) itu logikanya

sederhana, “Angka yang nunjukin seberapa kuat tanah menahan beban dibanding batu pecah standar. Nilai CBR jadi dasar untuk menentukan tebal perkerasan jalan. CBR makin kecil, berarti lapis aspal atau beton dan pondasinya harus makin tebal biar nggak ambles,” ungkapnya.

Diumpamakan Iwan, bahwa jalan dengan CBR 3% bisa butuh total tebal perkerasan 70 cm. Kalau CBR 10%, cukup 40 cm. “Selisih biaya jadi gede banget,” jelas Iwan.

“Kami harus mengontrol seluruh proses pekerjaan agar kualitas proyek tetap terjaga, saya nggak mau kalau belum ada satu tahun tanah turun, jalan retak retak, wah, pasti berabe nantinya,” tutur Iwan.

Ditambahkan Iwan, “Yang saya tahu ada 2 jenis CBR yang dipakai di dunia konstruksi, yang pertama CBR laboratorium, jadi tanah diambil ke laboratorium , kemudian dipadatkan, direndam 4 hari. Ini yang jadi syarat desain. Kemudian yang berikutnya CBR lapangan, biasanya diuji langsung di lokasi pakai alat. Hal ini biasanya lebih cepat buat kontrol pelaksanaan di lapangan,” ungkap Iwan.

“Jadi ketika proyek berjalan saya menyarankan agar semua pihak harus tetap memperhatikan unsur kualitas dan mengutamakan keselamatan, karena nama baik kita yang dipertaruhkan,” tutup Iwan.

(Fadlik Al Iman)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Gomo, Sosok Pekerja Keras di Proyek Kereta Cepat

BP, Padalarang — Sugomo (34), memiliki satu anak usia dua tahun. Pekerja keras ini rela …