Minggu , Juni 16 2024
Home / Jurnal Masyarakat / Sapta Pala Kirim Bantuan Gempa Pasaman Barat

Sapta Pala Kirim Bantuan Gempa Pasaman Barat

BP, Sumbar — Korban gempa seringkali mengalami kesulitan menjalankan sholat lima waktu. Padahal dalam situasi apapun sholat wajib dilaksanakan.

Hal itu disampaikan anggota Sapta Pala (Pecinta Alam SMA 7 Jakarta), Adi Nugroho pada Ahad (13/3/2022) melalui sambungan jarak jauh terkait bantuan peralatan ibadah berupa mukena dan sarung ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat.

“Bantuan pangan, selimut, terpal dan kebutuhan mendesak lain memang dibutuhkan korban bencana. Meski begitu korban gempa juga membutuhkan peralatan ibadah,” kata Adi Nugroho.

Lantaran itulah jelas Adi Nugroho, bantuan Sapta Pala Jakarta untuk korban gempa di Pasaman Barat fokus pada peralatan ibadah.

“Sapta Pala berharap bantuan ini turut mengurangi kesulitan yang dialami korban gempa Pasaman Barat,” jelas Adi Nugroho.

Bantuan Sapta Pala dikirim ke Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Relawan kemanusiaan yang mengelola Posko kemanusiaan SARMMI adalah anggota Mapala UMSB (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Mapala UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan menerangkan bantuan peralatan ibadah dari Sapta Pala didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian dan ke beberapa masjid dan musala yang rusak karena gempa.

“Sarung dan mukena kami antar ke tenda pengungsi di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Serta di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai,” terang Reza Kurniawan.

 

Bantuan Sapta Pala juga diantar relawan SARMMI ke pengurus musala Nurul Hikmah Jorong Pasar Lamo, Musala Nurul Falah Kampung Lubuk Panjang, serta Masjid Raya Kajai.

Beberapa pengungsi mengaku sarung dan mukena dari Sapta Pala, sangat membantu mereka beribadah.

“Sarung akan saya pakai sholat lima waktu dan untuk Jumatan. Sedangkan mukena akan dipakai istri sholat di tenda,”  tutur salah seorang dari pengungsi.

 

(Achyar Stone)

About admin

Check Also

Gaya Hidup Berkelanjutan Green Ramadan

BP, Jakarta — United Nations Environment Programme memperkirakan sebanyak 23 hingga 37 juta metrik ton …