Minggu , November 28 2021
Home / Nasional / Habib Rizieq Tegaskan Tak Gentar Ganyang PKI

Habib Rizieq Tegaskan Tak Gentar Ganyang PKI

BP_Jakarta——-Sejumlah tokoh bergabung dalam diskusi bertema “Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua” di Gedung Joeang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat pada Jumat 20 Januari 2017 yang digelar oleh Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) dan Dewan Harian 45.

“Kita krisis keadilan. Krisis kedaulatan. Kita bisa atasi ini bila kita atasi krisis kepemimpinan.” Ujar Letjen Marinir Purn Suharto.

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam menyampaikan, “Dua bahaya yang mengancam RI. Poros kiri atau Poros Jakarta-Beijing yang menampakkan pemikiran-pemikiran komunisme. Kedua, Poros Jakarta-Washington dengan pemikiran liberalisme.” ungkap Hisyam.

Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto dalam forum tersebut mengungkapkan bahwa UUD 45 harus dikembalikan ke UUD 45 yang asli.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengatakan, tanda-tanda kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sangat nyata. Ada sekitar 30 indikasi fakta kebangkitan komunis yang dipegang olehnya.

Bahkan, Habib Rizieq menambahkan, indikasi semakin kuat dengan adanya logo menyerupai palu arit pada sejumlah lembaran rupiah yang baru saja dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

“Jadi kalau ada oknum pejabat yang bilang PKI sudah selesai, itu dusta dan bohong,” tegas Habib Rizieq.

“Bank Indonesia sebut itu untuk teknologi. Jawaban tersebut membuat kami bertanya, kenapa muncul logo menyerupai palu arit. kenapa tidak dalam bentuk lain,” ungkap Habib Rizieq.

Habib Rizieq menyayangkan protesnya ditanggapi negatif oleh sejumlah oknum di pemerintahan.

Bahkan ada pihak yang terkesan mendorong pihak BI untuk melaporkan dirinya ke kepolisian.

“Karena BI tak mau, maka ada LSM binaan tertentu yang melaporkan saya. Tapi saya tak akan mundur mengganyang PKI,” tegasnya.

Habib Rizieq juga mengungkapkan bahwa prinsip demokrasi liberal telah merusak tatanan NKRI. Prinsip yang dianut oleh negara kita berdasarkan sila keempat Pancasila adalah prinsip musyawarah, bukan demokrasi liberal. (M. Riyadi)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Perwira Siswa Mancanegara Ikuti Kursus Bahasa Indonesia

*Tujuh Pasis Mancanegara Selesai Ikuti Kursus Bahasa Indonesia* BP, Jakarta — Sebanyak tujuh Perwira Siswa …