BP_Paris, Perancis——-Sejak 20 tahun lalu, lahir prinsip pembedaan tanggung jawab yang menjiwai negosiasi-negosiasi untuk pemangkasan emisi di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tak ayal negara-negara berkembang bersikukuh bahwa negara-negara maju yang harus berbuat lebih banyak untuk memangkas emisi karbondioksida. Alasannya, mereka yang sudah jauh lebih lama mencemari udara dunia, karena gas karbondioksida disebut sebagai biang pemanasan global.
Di lain pihak, negara-negara maju juga sikapnya jelas, bahwa beban untuk mengurangi emisi karbon harus dibagi rata jika dunia mau membatasi pemanasan global menjadi di bawah dua derajat Celsius dari level pra-Revolusi Industri.
Sikap Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi membuka pertemuan puncak Konferensi Perubahan iklim di Paris, beberapa hari lalu mengemuka “Hal itu dilakukan demi rasa keadilan. Dengan sedikit karbon yang masih bisa dibakar secara aman maka negara-negara berkembang bisa tumbuh”. (5/12/2015)
Ditambahkannya, bahwa “Gaya hidup segelintir jangan menoleh peluang-peluang bagi mayoritas yang masih dalam tahap-tahap awal pembangunan,”tegas Modi, dalam opini di The Financial Times.
Salah satu hambatan dalam mencapai kesepakatan besar adalah pembatasan pengeluaran gas emisi karbon dari negara maju ke negara berkembang. Modi menantang negara-negara maju yang dirasa tidak adil terhadap negara berkembang. (FAI, Laporan langsung dari Paris)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Kesiapan Kader IMM Menghadapi Arus Politik Baru - April 29, 2026
- PFI Tetapkan Arah Strategis Tahun 2026 - April 25, 2026
- Integrasi Hak Kolektif Dalam Hukum Nasional - April 21, 2026
Berita Persatuan Menyajikan Berita Teraktual dan Terpercaya, Menghubungkan Persatuan di Seluruh Dunia