Minggu , Januari 23 2022
Home / Jurnal Masyarakat / Pestisida Mahal dan Ulat Yang Semakin Kebal

Pestisida Mahal dan Ulat Yang Semakin Kebal

BP, Bima — (27/09/17). Kabupaten Bima khususnya Kecamatan Wera, sebagian besar masyarakatnya hidup dari bertani. Tanaman bawang merah menjadi primadona, merupakan tanaman sumber kehidupan mereka.

Secara berkala dalam tiga kali setahun mereka bertani bawang merah. Pada musim hujan, musim kemarau serta musim pembibitan.

Sekarang petani Bima berada pada musim pembibitan, musim ini adalah musim mereka harus bersaing dan berperang dengan ulat. “Ulat itu tak mampu ditangani oleh petani, berbagai macam pestisida bermerk disemprotkan oleh petani untuk membunuh dan menghilangkan hama ulat tersebut tapi hasilnya tidak mempan,” ungkap Pak Ismail yang ditemui langsung di kebunnya.

Di balik itu juga petani menjerit karena mahalnya obat-obatan (pestisida) yang dijual di toko-toko pertanian tidak sebanding dengan harga bawang saat ini. Seperti yang diuraikan oleh Pak Ismail, “Dengan mewabahnya ulat-ulat ini, kami para petani bawang ada yang gagal panen karena ulat dan mahalnya harga obat-obatan dan tidak sebanding dengan menurunnya harga bawang merah saat ini,” tuturnya.

“Kami juga harus hutang ke sana ke sini demi membiayai semuanya,” tambah Ismail, petani yang lain.

(Tri Sutrisno. Warga Wera, Bima, NTB)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Mapala Muhammadiyah Pulihkan Trauma Korban Banjir Di Flores Timur

BP, Flores — Sejak Relawan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) dan CAMP STIE Muhammadiyah Jakarta …