Rabu , Oktober 21 2020
Home / Nasional / Edukasi KEHATI Untuk Pelestarian Primata

Edukasi KEHATI Untuk Pelestarian Primata

BP, Jakarta — Saat ini, lebih dari 70% primata Indonesia terancam punah akibat konversi lahan dan perburuan. Jika dahulu orang berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup, lain halnya dengan saat ini dimana sebagian besar orang berburu primata untuk kesenangan saja atau karena primata tersebut dianggap sebagai hama.

Staf Edukasi dan Outreach Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi menjelaskan sejak tanggal 30 Januari 2001 ditetapkan sebagai Hari Primata Indonesia, hal ini dikarenakan tren perburuan primata semakin meningkat dalam kurun 5 tahun terakhir. Fakta ini dibuktikan salah satunya dengan semakin maraknya kegiatan berburu yang dilakukan masyarakat sebagai alternatif hobi, dan juga banyaknya foto-foto terkait perburuan primata yang beredar di sosial media.

“Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak peduli. kami mengenalkan primata Indonesia kepada siswa SD Sekolah Citra Alam (SCA) dan TK Pelangi Alexandria, Jakarta ujar Abay, panggilan akrab Ahmad Baihaqi yang juga mahasiswa Prodi Magister Biologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Nasional, Jakarta.

Edukasi dan sosialisasi tentang Primata di Indonesia kepada siswa SD SCA dilaksanakan pada hari Rabu, (24/1/2018) serta kepada siswa TK Pelangi Alexandria pada hari Jumat, (26/1/2018).

“Primata sebagai komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang memiliki fungsi utama sebagai penebar biji. Namun, perubahan kawasan hutan menjadi area pertanian dan pemukiman menyebabkan hilangnya sebagian habitat alami sehingga mengancam kelestarian populasi primata,” tandas Muhammad Khoir, salah satu edukator di SCA yang juga merupakan anggota dari Biodiversity Warriors (BW).

“Jika menjadikan primata sebagai pet atau hewan peliharaan, kita dapat tertular penyakit hepatitis (A,B,C), TBC, herpes, malaria, tifus, cacingan atau sebaliknya,” tambah Khoir.

Indeka Darma Putra, anggota BW yang juga merupakan salah satu edukator di TK Pelangi Alexandria mengungkapkan beberapa jenis primata yang terancam punah saat ini hidup di habitat hutan yang terfragmentasi. Degradasi dan fragmentasi hutan secara langsung menyebabkan terjadinya isolasi habitat, penurunan daya dukung alam serta meningkatkan efek tepi akibat dari semakin luasnya batas pinggiran hutan yang terbuka. Kondisi demikian sangat mengancam kelestarian populasi primata dan satwa liar yang lain.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi dan sosialisasi ini.. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman sejak usia dini tentang Primata di Indonesia,” tandas Nur Hasanah, salah satu guru TK Pelangi Alexandria.

Kegiatan edukasi tentang pengenalan dan pelestarian primata Indonesia yang dilaksanakan di SD SCA dan TK Pelangi Alexandria diselenggarakan berkat kerjasama antara Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, “LUTUNG” Forum Studi Primata Fakultas Biologi Universitas Nasional, Prodi Magister Biologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Nasional, dan Profauna.
Dalam kegiatannya, terdapat pemutaran film mengenai habitat dan ancaman orangutan. Mereka juga menegaskan Stop Perburuan Primata dan Stop Beli Primata.

(RWN)

The following two tabs change content below.

admin

About admin

Check Also

Pejuang Hak Agraria Itu Telah Berpulang

BP, Batang — Telah meninggal dunia pada Senin sore (25 Mei 2020) di Rumah Sakit …