Minggu , Januari 23 2022
Home / Nasional / Berani Ungkap Bisnis Hitam, Ranu Dibungkam?

Berani Ungkap Bisnis Hitam, Ranu Dibungkam?

BP_Surakarta——-Seorang jurnalis dari Panjimas.com diciduk polisi di rumahnya.
Ranu Muda Adi Nugroho dituduh sebagai provokator perusakan Social Kitchen, Solo.

Selain Ranu, para petinggi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ditangkap terkait dengan kasus penyalahan jam buka tempat hiburan Social Kitchen, Solo.

Pemerhati gerakan Islam di Solo, Ustadz Abdurrohim Baasyir mengungkapkan bahwa perusakan dan penganiayaan yang terjadi di Social Kitchen Ahad (18/12/2016) dini hari sudah di luar tanggung jawab LUIS. Menurutnya, ada kelompok lain yang menjadi tanda tanya, mereka datang dengan menggunakan penutup kepala. Sementara LUIS datang akan dialog dengan pemilik Social Kitchen.

“Saya yakin 100 persen tokoh-tokoh LUIS tidak terlibat dengan apa yang dituduhkan Polisi. Saya mendengar disana ada kelompok yang datang secara tiba-tiba dan mereka pakai penutup wajah lalu melakukan pengrusakan, saya yakin bukan dari kelompok LUIS” katanya.

Sementara itu istri Ranu, mengungkapkan kesaksiannya tentang peristiwa pencidukan suaminya. Berikut petikannya:

Kesaksian istri Ranu Muda Adi Nugroho

Hari Rabu malam (21 Desember 2016) ±pukul 12.10 WIB. Kediaman kami di Ngasinan, Grogol, Sukoharjo, tiba-tiba kedatangan tamu yang memang membuat kami berdebar hati.

Pintu gerbang didorong-dorong, dan berteriak-teriak, “Buka!!”

Suami saya (Ranu Muda Adi Nugroho) bangun dari tempat tidur dan bersegera membuka pintu. Tapi sebelum itu suami menyalakan lampu dan ketika akan mengambil kunci pintu, ada polisi yang bilang “Jangan Bergerak” atau “diam di tempat”, saya kurang dengar karena masih di kamar bersama anak-anak.

Akhirnya, saya bangun dan anak pertama saya juga ikut bangun. Anak pertama kami menyaksikan Abinya diborgol, ada banyak polisi. Yaa, Allah….

Akhirnya suami disuruh masuk ke dalam yang sebelumnya keluar, disuruh mengambil bukti-bukti yang kemarin dipakai. Putri saya, saya suruh masuk dan tidur, dia takut seperti mau menangis melihat Abinya dibegitukan.

Ada salah satu polisi yang tidak berseragam, omongannya menurut saya kasar. Salah satu polisi bertanya kepada suami, suami menjawab malah dimarahi, “ngrusak tatanan” begitu dia bilang.

Polisi yang masukrumah semua tidak berseragam hanya memakan rompi hitam dan seperti bau rokok dan badannya besar-besar.

Rumah dikepung dengan polisi berseragam dan mobil besar hitam entah ada berapa.
Beberapa polisi ramah karena suami mau bekerjasama, hanya polisi yang tadi yang terus memarahi suami. Surat penangkapan tidak diberikan di awal tetapi ketika semua barang bukti dibawa, baru diperlihatkan tidak diberikan “Besok kami kirim,” katanya.

Sampai suami digiring ke mobil, putri saya keluar menyaksikan mobil yang membawa Abinya pergi dan bertanya, Umi, kemana Abi? “Liputan”, jawab saya.

Hal ini membuat saya cemas, karena ketika dibawa polisi suami saya hanya pakai kaos lengan pendek dan celana futsal. Suami ingin ganti baju dan ke toilet tapi tidak boleh. Ya, Allah..

Tulisan ini saya buat sesuai dengan apa yang saya lihat dan saya dengar. Insya Allah.
Semoga Allah menolong umatnya yang membela agamaNya, melakukan amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya Islam.
Allahu Akbar!

Surakarta, 22 Desember 2016
(Materai 6000)
(Nuraini).

Di sisi lain, Ustadz Abdurrohim Baasyir mengungkapkan, “Sosok Ranu, orangnya sederhana, memiliki kecintaan terhadap Islam dan ummat islam. Berani dalam melakukan liputan, bahkan investigasi tempat maksiyat,” ujarnya.

Mungkinkah Ranu hendak dibungkam karena keberaniannya sebagai seorang jurnalis menguak bisnis dunia hitam?. (RWN).

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Menhan Beri Kuliah Umum di Tana Toraja

BP, Tana Toraja — Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tana …