BP, Jakarta — Mas Sapto Suharno menjelaskan di akun Facebooknya pada 27/1/2017, “Reklamasi adalah wujud nyata bahwa visi maritim Jokowi hanya mimpi yang tergesa-gesa diungkapkan. Dalam setiap reklamasi laut mengakibatkan rusaknya ekologi & tradisi maritim. Disamping itu banyak diindikasikan KKN.”
Dalam janji kampanye yang disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa beliau berikrar akan membangun wilayah laut Indonesia. Bahkan ia menyampaikan pidato kemenangannya di kapal pinisi, di Pelabuhan Sunda Kelapa, menegaskan visi maritimnya. Tapi laut yang harusnya diutamakan justru dipunggungi oleh Jokowi.
Hal senada disampaikan oleh Andre Barahamin yang dikutip Dari JJ Rizal bahwa “Reklamasi bukan saja merusak peradaban maritim dan ekologi, tidak berpihak kepada wong cilik, yang memiskinan nelayan, tetapi juga menyuburkan KKN.”
Disinggung Rizal “Menjadikan laut sebagai orientasi kesejahteraan tidak cukup dengan hanya meletakkan strategi agung pada infrastruktur dan infrastruktur, perlu proses menumbuhkan kembali budaya laut—dengan demikian, revolusi mental menemukan jiwanya,” tutup Rizal.
Telah diketahui Greenpeace Indonesia menyatakan menolak reklamasi di Teluk Jakarta dan Teluk Benoa. Hal tersebut menyusul dengan keprihatinan menjelang dua tahun era Pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Karena, upaya pemulihan, perlindungan dan pembangunan di wilayah pesisir cenderung salah arah. (FAI)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025