BP_JAKARTA——-Belum lama ini masyarakat Muslim Amerika bergabung serta geram atas tewasnya Shanddy Barakat, Yusor Abu Salha serta Razan. Pasalnya paska penembakan yang dilakukan oleh Craig Stephen Hicks terhadap tiga mahasiswa muslim di University of North Carolina, Amerika Serikat, para media dinilai lamban memberitakan hal tersebut. Sebut saja CNN, Fox News, The New York Time serta Wasington Post baru memberitakan hal tersebut paska 17 jam setelah kejadian (10/2/2016).
Kemarahan warga muslim Amerika mulai merebak hingga maraknya penggunaan tanda #Chapelhillshooting dan #MuslimLivesMatter yang menjadi topik populer (trending topic) sampai ke Inggris, Mesir, Arab Saudi hingga Indonesia.
Mulanya Ayoub ingin mengucapkan bela sungkawa kepada korban dengan mengetik #ChapelHillShooting yang kemudian populer dan digunakan 900 ribu kali oleh banyak orang, sementara #MuslimLivesMatter telah digunakan sebanyak 100 ribu kali paska penembakan.
Hal yang paling menarik perhatian adalah cuitan Vicki Walden yang berkomentar, “Warga muslim hanya layak menjadi liputan pada saat mereka menjadi pelaku, namun ketika menjadi korban mereka tak layak diberitakan.” (FAI).
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025