Minggu , November 28 2021
Home / Internasional / Muslim Amerika Jadi Korban Minim Pemberitaan, Simpati Bermunculan

Muslim Amerika Jadi Korban Minim Pemberitaan, Simpati Bermunculan

BP_JAKARTA——-Belum lama ini masyarakat Muslim Amerika bergabung serta geram atas tewasnya Shanddy Barakat, Yusor Abu Salha serta Razan. Pasalnya paska penembakan yang dilakukan oleh Craig Stephen Hicks terhadap tiga mahasiswa muslim di University of North Carolina, Amerika Serikat, para media dinilai lamban memberitakan hal tersebut. Sebut saja CNN, Fox News, The New York Time serta Wasington Post baru memberitakan hal tersebut paska 17 jam setelah kejadian (10/2/2016).

Kemarahan warga muslim Amerika mulai merebak hingga maraknya penggunaan tanda #Chapelhillshooting dan #MuslimLivesMatter yang menjadi topik populer (trending topic) sampai ke Inggris, Mesir, Arab Saudi hingga Indonesia.
Mulanya Ayoub ingin mengucapkan bela sungkawa kepada korban dengan mengetik #ChapelHillShooting yang kemudian populer dan digunakan 900 ribu kali oleh banyak orang, sementara #MuslimLivesMatter telah digunakan sebanyak 100 ribu kali paska penembakan.

Hal yang paling menarik perhatian adalah cuitan Vicki Walden yang berkomentar, “Warga muslim hanya layak menjadi liputan pada saat mereka menjadi pelaku, namun ketika menjadi korban mereka tak layak diberitakan.” (FAI).

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

TN Bantimurung Bulusaraung Ditetapkan Sebagai ASEAN Heritage Park

BP, Jakarta — Heritage dalam kamus Oxford ditulis sebagai sejarah, tradisi dan kualitas yang dimiliki …