BP, Palestina — Ketua Komite Solidaritas Indonesia Untuk Palestina (KISPA) Ferry Nur pada Ahad (16/7/2017) menginformasikan situasi Masjid Al Aqsha yang sepi karena pihak Israel melarang memasuki kompleks Al Aqsha. “Masjid Al Aqsha kosong, sepi, kaum muslimin dilarang masuk oleh penjajah zionis Israel sejak Jumat, 14 Juli 2017,” tulis Ferry Nur.
“Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami terutama pemimpin-pemimpin Islam agar memiliki kepedulian terhadap Masjid Al Aqsha,” tambahnya.
Kementerian Urusan Luar Negeri Palestina mendesak masyarakat internasional dan Dunia Arab serta Islam untuk secepatnya memikul tanggung jawab guna menyelamatkan Masjid Al-Aqsha, demikian laporan media lokal pada Ahad (16/7). Di dalam satu pernyataan, kementerian tersebut mengutuk tindakan Israel Masjid Suci tersebut.
Israel menutup Masjid Al-Aqsha dan melarang orang Shalat Jumat, setelah serangan di dekatnya sehingga menewaskan tiga orang Palestina dan dua polisi Yahudi. “Pemerintah Israel, yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas perbuatan agresifnya, tindakan tidak sah dan pelanggaran nyata atas status Masjid Al-Aqsha sejak 1967,” kata Kementerian itu, Ahad malam.
Pada Sabtu (15/7/2017), Israel mengumumkan kompleks itu akan dibuka lagi setelah polisi memperkuat langkah pengamanan di sana, termasuk pemasangan alat baru pendeteksi logam dan CCTV, yang dipasang di pojok dan mencakup seluruh kompleks tersebut.
Samri, juru bicara Kepolisian Israel mengatakan, sebagai langkah pertama, hanya warga Yerusalem, termasuk Yerusalem Timur, yang akan diizinkan masuk. Ia menyatakan, pintu masuk saat ini diperkenankan hanya melalui Pintu Gerbang Domba, tempat alat pendeteksi logam sudah dipasang. (RWN)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025