BP_Jakarta——-Pada salah satu situs berita pada tanggal 24 Februari 2014 dimuat artikel berjudul “Jokowi Jadi Presiden Rupiah Bisa Tembus 10 Ribu”. Judul berita ini mengutip pernyataan salah satu ekonom bernama Lana Soelistianingsih, Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen. Saat itu Lana menyatakan bahwa jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bias memenangi pemilu presiden pada Juli mendatang, maka nilai tukar (kurs) Rupiah akan menguat signifikan. Lana memperkirakan penguatan akan mencapai level Rp10.000 per Dolar Amerika Serikat.
Sementara di situs berita lain pada tanggal 27 Januari 2014 ekonom yang bernama Anton Gunawan menyebutkan bahwa Rupiah akan menguat tajam bila Jokowi jadi presiden. Saat itu Kepala Ekonom Bank Danamon tersebut menyebutkan, penguatan itu diperkirakan terjadi pada semester kedua tahun ini, tepatnya setelah presiden baru terpilih. Gunawan menambahkan, “Apalagi, pemerintahan yang baru tersebut kemungkinan akan lebih mahir menangani kondisi perekonomian nasional.” Dia menyebutkan, proyeksi tersebut mengasumsikan yang akan naik menjadi presiden adalah Joko Widodo yang saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Kenyataannya pada hari ini 1 Dolar Amerika Serikat mencapai kisaran Rp14.000. Pada kurs transaksi Bank Indonesia (21/8/2015) tercatat Rp13.826 (beli) dan Rp 13.964 (jual). Tampaknya slogan Ayo Kerja pemerintahan Jokowi harus lebih ditingkatkan agar ekonom-ekonom tadi tidak terkesan partisan menggadaikan status ekonomnya untuk keberpihakan pada pilpres lalu. (RWN)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025