BP_Jakarta——-Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH. Hasyim Muzadi menyatakan, pemerintah harus tegas dan cermat menangani insiden di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua.
“Ternyata, agama masih terus digunakan untuk kepentingan lain dengan tujuan merusak Indonesia secara luas melalui konflik agama,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Ahad (19/7/2015).
Ia mengemukakan hal itu terkait insiden antarkelompok warga di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, yang bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada Jumat pagi lalu (17/72015).
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, kaum Nasrani di lingkungan kejadian dan organisasi yang bertanggung jawab di mana oknum-oknum penyerang berada, harus meminta maaf kepada kaum Muslimin di Indonesia secara terbuka.
Pemerintah, menurut dia, harus bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku penyerangan terhadap jamaah kaum Muslimin yang sedang menjalankan Shalat Idul Fitri saat insiden itu terjadi.
Ia mengatakan, orang-orang Muslim yang melakukan tindakan melanggar hukum di Indonesia telah menerima hukumannya, baik yang teroris, pelaku kekacauan, peristiwa Ahmadiyah misalnya, bahkan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq pernah mendapatkan hukuman.
Menurut Hasyim Muzadi, saatnya sekarang negara bertindak adil, bukan karena agamanya, namun karena pelanggaran hukum.
Selanjutnya, ia mengemukakan, kerukunan lintas umat agama harus digalakkan lagi dalam jalur moderasi bukan liberalisasi.
Hasyim Muzadi menilai, saatnya pula sekarang masyarakat Barat/Eropa berkesempatan untuk menata kembali visi pandangannya terhadap agama-agama di Indonesia, termasuk Islam, karena selama ini mereka melihat sentral kekacauan hanya bersumber dari Islam.
“Kita ingin melihat dari mereka sekarang bagaimana korelasi antara freedom of speech, freedom of religion dan fredom of expression dalam peristiwa Papua ini,” katanya.
Sekalipun demikian, ia menegaskan, kaum Muslimin di Indonesia tidak boleh emosi karena emosi itulah yang ditunggu-tunggu pihak Islamophobia, agar langkah kaum Muslimin tak terkendali.
“Kaum Muslimin di Indonesia harus menata kembali kualitas perjuangannya untuk agama, bangsa, dan dunia,” katanya.
Hasyim Muzadi mengimbau seluruh bangsa Indonesia, agar tidak melaporkan hal-hal negatif di dalam negeri kepada asing dengan sedikit “imbalan”, padahal mengakibatkan kerugian martabat bangsa.
“Lebih baik duduk bersama menyelesaikan segala masalah di dalam negeri sendiri. Lebih terhormat dan lebih nasionalis,” demikian Hasyim Muzadi. (RWN)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025