BP_Jakarta——-Belum lama ini dunia pendidikan digegerkan atas kejadian nama Nabi Muhammad SAW terdapat para urutan ke 13, sementara Nabi Isa pada urutan ke 25 atau nabi akhir zaman.
Pada akun facebook Majelis Ta’lim Nurul Musthofa pimpinan Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf dituliskan, “Mohon diinfokan agar di cek, Buku PAI SD kelas 5 yg menyebut Nabi Muhammad adalah nabi ke 13 sedangkan nabi terakhir adalah Nabi Isa. Buku ini
terbitan Grafindo Media Pratama ditemukan terindikasi adanya penyimpangan sejarah Nabi Muhammad SAW. Di halaman 86, dalam Bab tentang nama-nama Rasul.”
Pada akun facebook Ustadz Subki Al Bughury juga dijelaskan dengan bahasa yang sama. Menurut Wahyuddin, S.Sos.I, S.Pd, Koordinator Forum Solidaritas Guru Jakarta (FSGJ) mengatakan bahwa, “Maraknya buku buku sekolah yang bermasalah akhir-akhir ini, baik dari salah cetak maupun ada motif-motif tertentu.”
Kini buku tersebut ditarik dari peredaran, upaya tersebut tak lepas dari perjuangan berbagai pihak. Wahyu menambahkan, “Kebetulan punya jalur ke legislatif, jadi bisa disampaikan ke sana.” Ditambahkannya “Mestinya Dinas Pendidikan harus lebih memperketat pengawasan peredaran buku-buku sekolah, baik buku panduan maupun buku pendamping”, imbuhnya. (FAI)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025