BP, Tangerang — Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Banten dalam beberapa tahun belakangan ramai diperbincangkan, bukan saja menjadi tempat favorit orang memancing di lautan tapi tempat ini sekarang menjadi pusat pendidikan konservasi khususnya jika ingin mempelajari mangrove lebih dalam.
Tempat yang berada di muara Sungai Cisadane ini kini mengkhawatirkan. Air kiriman dari hulu membuat desa ini tergenang air di atas lutut orang dewasa. Hal ini tentu akan mengancam bibit-bibit mangrove yang telah ditanam di muara.
Muhammad Guntur selaku praktisi lingkungan di lokasi tersebut masih berupaya mencari pola agar air kiriman dari hulu tidak merusak ribuan bibit yang telah ditanamnya.
Sebelumnya, Senin (5/2/2018) siang, sirene berbunyi. Tepat pukul 13.15 WIB, sirene yang menandakan terjadinya peristiwa yang masuk dalam kategori siaga tiga itu meraung kencang. Terakhir, sirene tersebut dibunyikan sekira tahun 2014 silam.
Dikatakan Guntur, di 4 wilayah RT di Desa Tanjung Burung yakni, RT 011, RT 014, 015, 016 sudah terjadi luapan di jalan Desa Tanjung Burung, debit air antara 15 cm – 50 cm. Air mengenangi sekitar 500 rumah warga degan ketinggian air limpasan antara 20 cm – 70 cm. Warga telah dihimbau mengamankan harta bendanya.
(FAI)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025