BP_Jakarta——-Tak mau lagi menambah penderitaan akibat PLTU, para pemilik lahan di Desa Mekarsari dan Patrol, Nelayan Kongsi Sukahaji dan Buruh Tani Pulau Kuntul Mekarsari menggelar aksi penolakan rencana pembangunan PLTU Indramayu 2 x 1000 MW pada Rabu pagi (24 Februari 2016) di Kantor Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Aksi penolakan besar-besaran yang melibatkan ratusan warga Indramayu ini bertepatan dengan kegiatan Konsultasi Publik dalam rangka persiapan pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan PLTU tersebut yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat.
Sejak PLTU Sumuradem Unit 1 beroperasi pada tahun 2011, warga sudah merasakan dampak negatifnya, diantaranya berkurangnya tangkapan hasil laut akibat pencemaran air yang menyebabkan pendapatan nelayan berkurang drastis bahkan merugi, menurunnya produktivitas pertanian dan pengangguran akibat penggusuran lahan produktif, serta dampak kesehatan akibat debu batubara.
Rencana pembangunan PLTU unit 2 akan menggusur lahan pertanian produktif seluas 269,7 hektar di wilayah Desa Mekarsari, Patrol Baru dan Sumuradem yang akan berdampak pada penurunan produksi gabah hingga lebih dari 5.000 ton per tahun. Selain itu, ribuan buruh tani juga akan kehilangan pekerjaan. Berdasarkan pengalaman dari PLTU unit 1, warga yang kehilangan pekerjaan akibat dari penggusuran lahan produktif dan pencemaran lingkungan hingga kini masih menganggur atau kerja serabutan. Kesejahteraan warga di sekitar PLTU menurun drastis akibat dari menurunnya atau bahkan hilangnya pendapatan.
Salah satu pemilik lahan, KH. Nur’ Amin menuturkan, “Saya akan membela kepentingan masyarakat. Tanah itu tanah produktif. Bagaimana nanti nasib ribuan petani dan buruh tani? Mereka akan kerja apa jika tanahnya diambil? Dari PLTU Unit 1 saja yang kapasitasnya 3 x 330 MW debunya sudah sangat terasa hingga ke rumah warga di desa-desa sekitar PLTU. Apalagi sekarang yang kapasitasnya lebih besar 2 x 1000 MW. PLTU Unit 2 juga akan menggusur warga dan warga harus bedol desa.”
Oleh karena itu warga sepakat untuk menolak PLTU Unit 2 dan meminta agar rencana proyek ini dibatalkan. Bahkan lebih baik lagi jika PLTU Unit 1 ditutup karena dampaknya sudah sangat merugikan warga sekitar. Demikian pernyataan Solidaritas Buruh Tani dan Nelayan Indramayu. (FAI)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025