BP, Jakarta — Masjid Al Azhar merupakan salah satu pusat kajian dan syiar dakwah Islam di ibukota. Ahad pagi itu, Masjid Al Azhar tampak dipenuhi para jamaah. Islam tak bisa dipisahkan dari politik. Itulah benang merah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Zahrudin Sulthoni, MA yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Dakwah di Yayasan Pesantren Al Azhar pada kajian Ahad subuh, (5/11/17).
Ketika menjawab pertanyaan dari jamaah penyebab pemuda Islam di Indonesia kurang semangatnya dalam mempelajari Islam, Ustadz Zahrudin menerangkan ada dua faktor yang menyebabkan hal tersebut.
Pertama, orang-orang tua di masjid belum memberikan ruang kepada pemuda untuk berkarya. Yang kedua, kita semua yang di masjid belum maksimal merangkul para pemuda dan itu harus dilakukan.
Ustadz Zahrudin melihat sisi lain, setelah aksi 212 pemuda makin terlihat banyak yang mengaji, semoga ini bisa diteruskan serta dikembangkan dalam semangat di semua dimensi.
Dalam sesi terakhir pemaparannya Ustadz Zahrudin membuka hadist Nabi, “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat),” imbuh Ustadz.
Ditambahkannya lagi para ustadz juga harus mengkaji hal-hal yang bersifat kontekstual sehingga menjawab kebutuhan zaman.
(FAI)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025