Sabtu , Agustus 30 2025
Home / Nasional / FIFest 2025 Memajukan Pengabdian Bersama

FIFest 2025 Memajukan Pengabdian Bersama

BP, Jakarta — Lebih dari 3.000 pelaku filantropi, pemimpin korporasi, pejabat pemerintah, akademisi, media, dan komunitas dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Jakarta selama lima hari penuh dari 4 hingga 8 Agustus 2025 dalam Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025). Mengusung tema “Budaya dan Ekosistem Filantropi untuk Dampak Lebih Baik: Membuka Potensi Filantropi untuk SDGs dan Agenda Iklim”, festival ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat budaya memberi, membangun kolaborasi lintas sektor serta memperkuat budaya dan ekosistem filantropi Indonesia demi dampak yang berkelanjutan.

Diselenggarakan oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), melalui tiga sesi plenary, 23 sesi paralel, serta Filantropi Innovation Showcase & Expo yang menghadirkan lebih dari 41 organisasi,

FIFest2025 menjadi panggung ko-kreasi dan kolaborasi terbuka untuk berbagi pengetahuan, menampilkan inovasi, dan membangun kemitraan strategis lintas sektor untuk memperkuat aksi kolektif atau gotong-royong.

Forum-forum yang digelar selama festival mengupas berbagai isu strategis, mulai dari peran filantropi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, ketahanan pangan, lingkungan hidup dan perubahan iklim, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat; serta membahas langkah-langkah penguatan insentif pajak dan optimalisasi pengumpulan uang dan barang di sektor filantropi.

Salah satu tonggak penting FIFest2025 adalah peluncuran Piagam Budaya Filantropi Indonesia, sebuah deklarasi nilai dan prinsip bersama yang memperkuat budaya memberi berakar pada kearifan lokal sekaligus relevan di tingkat global. Piagam ini diharapkan menjadi panduan moral dan strategis bagi gerakan filantropi nasional, sehingga praktik memberi di Indonesia mampu mendukung pembangunan sosial yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Penguatan komitmen ini juga diwujudkan melalui Rembuk Nasional Ekosistem Filantropi, forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah strategis, mengidentifikasi tantangan, dan menyepakati langkah bersama. Hasil rembuk menjadi landasan bagi penelitian dan dialog lanjutan guna memastikan praktik filantropi di Indonesia dapat terus memberikan dampak nyata bagi pencapaian SDGs dan ketahanan sosial bangsa. FIFest2025 juga menjadi saksi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Humanitarian Forum Indonesia, dan Forum Zakat. Kesepakatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pemberdayaan masyarakat, memperkuat ekosistem filantropi yang akuntabel dan transparan, serta berkolaborasi dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. HC. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, turut menyampaikan “Saya berbangga, bersyukur, dan berterima kasih atas seluruh upaya yang selama ini dilakukan dunia filantropi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Saya menyaksikan langsung peran strategisnya dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, hari ini saya ikut berkomitmen dan menandatangani Nota Kesepahaman untuk semakin memajukan pengabdian kita bersama.”

Lebih lanjut ia menegaskan, “Saya dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat berkomitmen bersama seluruh pelaku filantropi untuk menggerakkan seluruh potensi masyarakat agar semakin tangguh dan berdaya, sejalan dengan amanat konstitusi kita untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.”

Di bidang lingkungan, PFI berkomitmen dalam aksi iklim melalui PFI Net Zero Commitment Charter. Seluruh emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan selama penyelenggaraan FIFest2025—diperkirakan sebesar 132,04 ton CO₂e—dikompensasi melalui pembelian dan retirement Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari proyek karbon yang terdaftar di IDX Carbon, bekerja sama dengan Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia (ACEXI). Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa sektor filantropi tidak hanya berperan dalam program sosial, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain rangkaian diskusi dan penandatanganan kesepakatan, FIFest2025 turut mengadakan Courtesy Visit/Lawatan Resmi ke kementerian-kementerian strategis, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, serta Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah – UMKM. Dalam kunjungan ini, PFI menyampaikan berbagai publikasi seperti Strategic

Paper dan Policy Brief berbasis kajian dan praktik baik sebagai masukan untuk memperkuat kebijakan publik yang mendukung pembangunan berkelanjutan bersama sektor filantropi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan rekomendasi yang dihasilkan terintegrasi dengan program-program prioritas nasional.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor yang tercermin sepanjang penyelenggaraan, FIFest2025 menegaskan bahwa masa depan filantropi Indonesia ada di tangan semua pihak yang bersedia bergerak bersama. PFI percaya, dengan budaya memberi yang kuat, ekosistem yang solid, dank omitmen pada agenda pembangunan berkelanjutan, Indonesia mampu menjadi teladan globald alam menjawab tantangan kemanusiaan dan iklim. FIFest2025 kini telah berakhir, namun gerakanm enuju dampak yang lebih baik akan terus berlanjut.

 

(RWN)

 

The following two tabs change content below.

admin

Latest posts by admin (see all)

About admin

Check Also

Sektor Swasta Jepang Tanam Pohon Di Tahura Sultan Syarif Hasyim

BP, Riau — Belantara Foundation mengajak mitra sektor swasta Jepang menanam bibit pohon secara simbolis …