BP, Mamuju — Dua desa yang menjadi trending topik di bencana gempa Mamuju adalah desa Bela dan desa Kopeang Kecamatan Tapalang. Mamuju.
Kedua desa terangkat menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan relawan karena satu-satunya akses ke sana, jalan yang belum diaspal, tertutup longsor yang mencapai puluhan titik. Desa Bela dan Kopeang terisolir.
Bantuan kemanusiaan hanya bisa didrop melalui helikopter.
Beberapa kelompok relawan berupaya berjalan kaki sambil memanggul bantuan ke desa Bela dan Kopeang.
Itu perjalanan ekstrim yang sungguh berat.
Perjalanan panjang mereka dimulai dari dusun Ulu Taan, desa Taan, Tapalang. Tepatnya dari depan posko kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Titik pertama longsor berada di muka posko ini.
“Tujuan SARMMI mendirikan posko kemanusiaan di dusun Ulu Taan, difungsikan pula sebagai posko persinggahan relawan yang hendak ke dusun Bela dan Kopean,” kata M. Aris Wafdulloh alias Ramon (31/1/2021)
Diterangkan oleh Ramon yang merupakan anggota Mapala UMY, relawan yang hendak membantu warga desa Bela dan Kopeang, kebanyakan berbekal data yang minim.
“Kepada mereka kami sampaikan kondisi terkini jalur tertutup longsor ke desa Bela dan Kopeang,” lanjut Ramon.
“Kami jelaskan pula situasi di dua desa itu dan bantuan yang urgen untuk mereka” terangnya.
Selain memasok informasi untuk relawan, lanjut Ramon, posko SARMMI juga menjadi persinggahan relawan yang hendak pergi atau pulang dari desa Bela dan Kopeang.
Mereka bahkan bisa menginap di posko kemanusiaan SARMMI.
Beberapa relawan yang singgah mengatakan, posko SARMMI sangat membantu kelancaran tugas mereka membantu warga korban gempa di desa Bela dan Kopeang.
(Ahyar Stone)
admin
Latest posts by admin (see all)
- Ramadan Yang Sibuk Buat SAPTA PALA - Maret 27, 2025
- Peneliti BRIN Amati Keanekaragaman Burung Di Bukit Batu Riau - Maret 23, 2025
- BPDB Jakarta Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana di Wilayah Aglomerasi - Maret 13, 2025