Kamis , Desember 9 2021
Home / Perguruan Tinggi / Menyelamatkan Empat Pahlawan Ekosistem

Menyelamatkan Empat Pahlawan Ekosistem

BP_Jakarta——-Kemerdekaan Bangsa Indonesia telah berusia 71 tahun. Indonesia telah menapaki sejarah dengan berbagai dinamika sejarah. Pembangunan dalam berbagai sektor untuk mencapai kemakmuran bagi rakyat menjadi cita ideal dalam mengisi kemerdekaan. Dalam konteks konservasi lingkungan, kondisi aneka satwa dan tumbuhan tergerus ego target kesejahteraan yang abai terhadap makhluk selain manusia.

Indonesia yang mempunyai empat mamalia besar yaitu harimau, badak, gajah dan orangutan. Empat mamalia ini merupakan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat berharga. Mereka juga merupakan ‘pahlawan ekosistem’ yang mempunyai peran sangat penting di alam. Namun keberadaan mereka semakin tertekan, habitatnya semakin terkikis, kehidupan mereka semakin tertekan akibat intervensi manusia dengan aktivitas perusakan hutan dan perburuan liar.

Menyambut momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, pada Selasa, 16 Agustus 2016, para pakar, peneliti, mahasiswa, pelajar berkumpul dalam suatu seminar ‘Simposium Konservasi Mamalia Besar Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta dan Pusat Pengkajian Lingkungan dan Konservasi UNAS. Dalam simposium ini, berangkat dari keprihatinan yang sama, terasa gelora semangat memerdekakan empat mamalia besar asli Indonesia. Semangat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan khususnya gajah, harimau, orangutan dan badak.

Hariyo Tabah Wibisono dari Fauna & Flora International-IP mengisi materi tentang Pengenalan dan Konservasi Harimau Sumatera.

Haerudin R. Sadjudin dari Yayasan Badak Indonesia membawakan materi tentang pengenalan status dan konservasi dua jenis badak yang ada di Indonesia.

Chairul Saleh dari WWF-Indonesia Program menyampaikan materi tentang darurat kejahatan terhadap gajah dan upaya penanggulangannya.

Sri Suci Utami Atmoko dari Fakultas Biologi UNAS-FORINA menyampaikan materi tentang konservasi Orangutan Indonesia.

Nara sumber terakhir ialah Fachruddin M. Mangunjaya dari Pusat Pengkajian Islam UNAS. Fachruddin menyampaikan materi tentang perdagangan satwa liar ditinjau dari fatwa Majelis Ulama Indonesia. Fachruddin menjelaskan peran agama dalam upaya pelestarian lingkungan. (RWN)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

MALIMPA UMS Kibarkan Merah Putih Di Gunung Tertinggi Mongolia

BP, Surakarta — Mimpi panjang kini terwujud. Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta …