Rabu , Oktober 21 2020
Home / Nasional / Hari Konservasi Alam Nasional. Selamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Hari Konservasi Alam Nasional. Selamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia

BP_Bali——-Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup di Indonesia. Penyelenggaraan hari peringatan ini sebagai upaya kampanye kepada masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat.
HKAN diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Peringatan ini telah dimulai sejak tahun 2009, di tahun 2016 ini peringatan HKAN diadakan di Taman Nasional Bali Barat, peringatan juga dibarengi dengan kegiatan Jambore Konservasi yang ke-3.

Salah satu tujuan peringatan HKAN adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menyelamatkan ekosistem alam. Edukasi tersebut dapat berupa memperkenalkan kepada masyarakat mengenai keanekaragaman hayati dan peran ekologisnya di alam, sehingga muncul rasa peduli dan bersama-sama menjadi aktor konservasi.

Tachrir Fathoni Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK RI mengatakan, “Jika dipetakan, di Indonesia nampak yang paling hijau adalah hutan-hutan yang berada di kawasan konservasi,” Fathoni melanjutkan, “tantangan besar dari Indonesia adalah menjaganya, apalagi kita telah memiliki hari konservasi alam, yang kedua adalah kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebagai penjaga konservasinya”.

Dari kedua hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, NGO juga swasta dalam melakukan konservasi.
Fathoni juga menyampaikan bahwa menurut pengamatan dari beberapa NGO, bahwa saat ini sudah semakin sulit menemukan transaksi satwa, ini berarti upaya penegakan hukum yang dilakukan selama ini cukup memberikan efek jera pelaku kejahatan, serta hal positif bagi pengurangan angka perdagangan satwa langka tersebut.

Ahmad Baihaqi, Koordinator Divisi Kampanye dan Pendidikan Lingkungan Hidup Komunitas Transformasi Hijau (TRASHI) dan juga salah satu kader konservasi Provinsi DKI Jakarta yang mengikuti jambore nasional Hari Konservasi Alam tahun 2016 di Taman Nasional Bali Barat berkesempatan memberikan leaflet peta infografik keanekaragaman hayati Hutan Kota Krida Loka, Senayan, Jakarta Pusat kepada Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK RI, Tachrir Fathoni.
Abay, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa melestarikan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar juga penting, seperti di Ruang Terbuka Hijau. Hal ini dikarenakan masih banyak terjadi perburuan satwa liar di lingkungan perkotaan, seperti di Jakarta.
“Keanekaragaman hayati yang terdapat di Ruang Terbuka Hijau di Jakarta dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat, khususnya di bidang Biologi” Ujar abay yang juga merupakan Peneliti dari Pusat Kajian Lingkungan dan Konservasi Alam, Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta.

Peta infografik keanekaragaman hayati Hutan Kota Krida Loka, Senayan merupakan salah satu karya Komunitas Transformasi Hijau, bekerjasama dengan Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi Universitas Nasional, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, HSBC, dan Gelora Bung Karno Senayan.
Abay berharap, jangan sampai keanekaragaman hayati Indonesia hanya menjadi bayang- bayang di masa yang akan datang akibat eksploitasi besar-besaran. (RWN)

The following two tabs change content below.

admin

About admin

Check Also

Pejuang Hak Agraria Itu Telah Berpulang

BP, Batang — Telah meninggal dunia pada Senin sore (25 Mei 2020) di Rumah Sakit …