Rabu , Oktober 21 2020
Home / Nasional / Peringatan Hari Hutan Internasional, KLHK Dorong Peran Pemuda Lindungi Hutan

Peringatan Hari Hutan Internasional, KLHK Dorong Peran Pemuda Lindungi Hutan

BP, Jakarta — Pada peringatan Hari Hutan Internasional, Selasa, 21 Maret 2017, di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yayasan KEHATI bersama dengan gerakan anak mudanya, Biodiversity Warriors (BW) ikut terlibat dalam diskusi tentang masa depan hutan Indonesia. Diskusi yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini bertema “Generasi Muda Sebagai Pelindung dan Penentu Hutan dan Energi Masa Depan”. Pada diskusi tersebut digali peluang dan tantangan bagi generasi muda untuk dapat melestarikan dan memanfaatkan hutan. Termasuk mencari sumber-sumber energi terbarukan, sehingga dapat menekan konsumsi bahan bakar fosil.

Ahmad Baihaqi dari Biodiversity Warriors mengungkapkan bahwa anak-anak muda harus mulai peduli dengan keberadaan hutan di Indonesia. Agar hutan dapat dimanfaatkan baik dari sisi energi maupun ekonomi, generasi muda harus diberikan informasi yang benar dan juga dimotivasi untuk bisa aktif terlibat dalam pelestarian hutan. “Saat ini Biodiversity Warriors terus berusaha mengenalkan potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang ada di dalam maupun di luar hutan agar tumbuh rasa peduli dari generasi muda,” katanya. Gerakan yang dibentuk pada 18 Juni 2014 ini terus berusaha menunjukkan keunikan, manfaat, dan keindahan keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu, anak-anak muda juga didorong untuk memiliki ide kreatif soal pemanfaatan, pelestarian, atau edukasi terkait keanekaragaman hayati agar ke depan dapat terlibat dalam pengelolaannya.

Hutan sebagai salah satu habitat keanekaragaman hayati Indonesia harus terus dilestarikan. Sudah menjadi tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda untuk memegang tongkat estafet pengelolaan hutan di masa yang akan datang. “Oleh karena itu, hal ini harus dipersiapkan darI sekarang,” pungkas pemuda yang akrab dipanggil Abay yang juga saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Biologi Universitas Nasional, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, BW yang diwakili oleh Abay memberikan kado kecil untuk Indonesia, yaitu buku yang berjudul “Tumbuhan Obat dan Satwa Liar: Keanekaragaman Hayati di Lingkungan Pondok Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Garut, Jawa Barat” kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar. Buku ini berisikan tentang beragam jenis tumbuhan obat, manfaat dan cara pengolahannya. Selain itu, juga menceritakan tentang berbagai jenis satwa liar yang terdapat di lingkungan pondok pesantren. Hal ini membuktikan bahwa anak muda yang terkesan tidak serius namun mampu menghasilkan karya yang bernilai ilmiah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), M.S Sembiring menyoroti pengelolaan hutan yang tepat dan peran generasi muda. Menurut Sembiring hutan memiliki peran penting dalam perkembangan Indonesia di masa depan. Fungsinya sebagai sumber energi alternatif dapat secara perlahan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Ditambah lagi dengan potensi sumber-sumber alam lain yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Dari sisi ekologi, hutan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi dampak bencana hidrologi dan juga menjadi bagian untuk mengurangi dampak perubahan iklim. “Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan hutan yang tepat,” katanya. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan adalah upaya untuk mencapai Sustainable Development Goals dan Ekonomi Hijau.

Mulai saat ini hingga 2030 nanti, jumlah anak-anak muda di Indonesia akan terus meningkat. Diperkirakan jumlah anak-anak muda produktif akan mencapai 180 juta orang. Jumlah ini tentunya akan sangat bermanfaat baik secara ekonomi maupun konservasi. Upaya penyadartahuan kepada generasi muda perlu terus dilakukan sehingga pada akhirnya nanti mereka akan peduli pada hutan dan lingkungan. Ratusan juta anak-anak muda ini memiliki potensi untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif untuk mendukung pembangunan Indonesia. “Semangat untuk itu harus kita bangun dari sekarang,” ujar Sembiring.(RWN)

The following two tabs change content below.

admin

About admin

Check Also

Pejuang Hak Agraria Itu Telah Berpulang

BP, Batang — Telah meninggal dunia pada Senin sore (25 Mei 2020) di Rumah Sakit …