Kamis , Oktober 29 2020
Home / Nasional / Penanganan Banjir Bima Belum Maksimal, Pemkot Bima Dikecam Masyarakat

Penanganan Banjir Bima Belum Maksimal, Pemkot Bima Dikecam Masyarakat

BP_Bima——-Memasuki hari ke- 4 banjir Kota Bima, pantauan awak media terhadap kondisi Kota bima dan sekitarnya mulai tidak kondusif, di beberapa tempat masyarakat mulai kehilangan kesabaran, akibat dari penanganan yang tidak efektif.

Aksi bakar di tengah jalan, aksi saling rebutan kebutuhan yang dibagikan oleh relawan dari berbagai ormas dan kelompok masyarakat, mewarnai kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya pemerintah Kota Bima.

Di Kelurahan Bedi, Kelurahan Dara nampak jelas masyarakat kecewa, “Kami kecewa kepada pemerintah Kota Bima karena sampai hari ini, belum ada aksi nyata dan bantuan yang mereka salurkan, ” ungkap salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Begitu juga penuturan dari salah satu awak media Aktualita Bima, saudara Dien Aktualita, “Sampai detik ini, perwakilan pemerintah Kota Bima yaitu Pak Lurah Tanjung belum menunjukan batang hidungnya,” ungkapnya.

Di media sosial Facebook, atas nama Rangga Babuju mengungkapkan kekecewaan karena lamanya pemerintah Kota Bima menyalurkan bantuan dan lebih memilih untuk menumpuk bantuan tersebut entah sampai kapan.

Namun di lapangan, kekecewaan masyarakat Kota Bima terobati dengan datangnya relawan-relawan dari ormas Islam, lembaga kemanusiaan dari Lombok, Sumbawa dan di luar NTB serta dari warga Kabupaten Dompu yang begitu antusias dan ikhlas menolong saudaranya di Kota Bima.

Salah satu pimpinan lembaga kemanusiaan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) Ustadz Muhammad Taqiyuddin menuturkan, “Kurangnya informasi dan konsultasi seputar bencana banjir Kota Bima dari aparat pemerintah menyulitkan kami menyalurkan bantuan ke titik-titik terparah dari bencana banjir ini, sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, tidak mencapai sasaran yang ingin kami salurkan,” ungkap Taqiyuddin.

Sampai saat ini (26/6/2016) masyarakat Kota Bima masih kesulitan membersihkan dan menata kembali rumah, toko serta kendaraan dengan peralatan seadanya, kurangnya pasokan air bersih dan tenaga yang membantu. (RWN).

The following two tabs change content below.

admin

About admin

Check Also

Pejuang Hak Agraria Itu Telah Berpulang

BP, Batang — Telah meninggal dunia pada Senin sore (25 Mei 2020) di Rumah Sakit …