Senin , Mei 17 2021
Home / Nasional / MATA UMP Gali Potensi Bumi Penepian

MATA UMP Gali Potensi Bumi Penepian

BP, Pontianak — Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Pontianak (MATA-UMP) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan lapangan pada Ekspedisi ke II Apis Dorsata dengan tema “Inventarisasi Potensi Sumber Daya Alam dan Kearifan Lokal Menuju Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan” yang dilaksanakan pada tanggal 30 sampai 5 Februari 2021.
Yang terlibat dalam kegiatan ekspedisi ini yaitu perangkat desa, masyarakat, kelompok pengelola pariwisata Bumi Penepian (KPP-BP).

Pada rangkaian kegiatan inventarisasi ini kelompok di bagi menjadi 5 tim yaitu, tim pendataan sosial ekonomi, hukum adat, hasil hutan bukan kayu (HHBK), usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan budidaya perikanan. Kegiatan ekspedisi ke II Apis Dorsata dilaksanakan sebagai upaya pendataan sumber daya alam dan menggali potensi ekowisata didasa penepian raya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan pengayaan basis data MATA-UMP yang selanjutnya data tersebut dapat digunakan sebagai acuan bagi pemangku kepentingan dan instansi lainnya.

Untuk mengawali kegiatan peserta ekspedisi melakukan ramah tamah bersama masyarakat Bumi Penepian sembari melengkapi proses administrasi bersama pihak pemerintah desa kemudian dilanjutkan dengan agenda penyerahan buku bacaan, APD, dan buku usia sekolah dan pra sekolah.

Pada saat serah terima Bapak Rahmad Sarbaini selaku Kepala Desa Penepian Raya menyampaikan, “Carilah potensi yang ada di Desa Penepian Raya, dengan harapan tim ekspedisi bisa memperkenalkan dan mempromosikan potensi sumber daya alam dan ekowisata yang ada di Desa Penepian Raya”.

Pada sambutan tersebut beliau juga menyampaikan harapannya agar tim ekspedisi dapat mengajarkan dan melestarikan alam kepada komunitas-komunitas yang ada disini dengan tidak hanya mengambil saja tetapi bisa melestarikannya. Harapan ini disampaikan di kantor desa pada Sabtu (30/1/2021).

Tim sosial ekonomi yang berhasil menggumpulkan data taraf pendapatan masyarakat setempat sedangkan pengalian data hasil hutan bukan kayu (HHBK) berhasil menggumpulkan data potensi HHBK yang berupa rotan, keratom, madu, damar, garu buaya, buah tengkawang dan buah rotan jernal, serta berhasil melakukan inventarisasi dengan metode pendekatan GPS yang selanjutnya dilampirkan dalam bentuk peta. Sementara peserta ekspedisi yang mengali data hukum adat bersama Anwar selaku Ketua Adat di Desa Penepian Raya berhasil mendapatkan data hukum adat di desa setempat yaitu setiap kesalahan akan mendapat sanksi sebesar 1 real (dalam definisi jumlah sanksi pada aturan adat) dan bentuk-bentuk adat lainnya.

Inventarisasi berikutnya peserta usaha mikro kecil menengah (UMKM) berhasil menyelesaikan pendataan usaha-usaha yang berpotensi besar di bidang sumber daya alam seperti madu, nelayan dan keratom. Saat ini, tanaman keratom menjadi prioritas masyarakat Bumi Penepian untuk dikembangkan.

Sedangkan kegiatan pendataan budidaya perikanan peserta berhasil mendata tambak-tambak budidaya perikanan yang rata-rata terdapat ikan arwana, tapah, patin, bawal, gabus, dan jelawat.

Kegiatan diakhiri dengan melakukan pemaparan hasil pendataan sumber daya alam dan ekowisata sebagai rekomendasi kepada pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai acuan untuk melakukan pengembangan ekonomi pada bidang ekowisata dan pemanfaatan HHBK.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan makan-makan bersama masyarakat dan pemuda pemudi bumi penepian sebagai tanda malam penutupan.

(FAI)
(Anisa Safitri, MATA-UMP)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Operasi Kemanusiaan SARMMI Menginspirasi

BP, Solo — Operasi kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) di Sulawesi Barat (Sulbar) yang …