Kamis , Oktober 29 2020
Home / Nasional / Habib Rizieq Ungkap Unsur Penodaan Agama Oleh Terdakwa Ahok

Habib Rizieq Ungkap Unsur Penodaan Agama Oleh Terdakwa Ahok

BP, Jakarta — Pada persidangan ke-12 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Habib Rizieq Syihab datang sebagai saksi ahli. Habib Rizieq menyebut ada enam ungkapan Ahok yang mengandung unsur penodaan agama di Kepulauan Seribu.

“Saya melihat video yang diputar di Kepulauan Seribu, dan saya melihat ada enam kesalahan yang dilakukan oleh Ahok,” kata Habib Rizieq dalam ruang persidangan yang dilaksanakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Habib Rizieq memberikan penjelasan yang rinci tentang enam kesalahan yang dimaksud.

“Yang pertama, jangan percaya. Kedua, engga pilih saya. Ketiga dibohongi pake surat Al-Maidah ayat 51. Keempat, macam-macam itu, Kelima, karena saya takut masuk neraka. Keenam, dibodohi,” ungkap Habib Rizieq memberikan penjelasan.

Habib Rizieq menilai, pernyataan yang disampaikan oleh Ahok bukan hanya merupakan urusan pribadi akan tetapi sudah mencakup masyarakat luas, khususnya umat Islam.

“Ini bukan hanya urusan pribadi, ini mencakup masyarakat luas, dan ini masalah hukum, masalah penodaan agama,” paparnya.

HRS menjelaskan, dengan mengatakan “jadi jangan percaya sama orang”,  maka itu merupakan sebuah ajakan kepada masyarakat agar jangan percaya siapa pun yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 51.

“Ungkapan itu merupakan sebuah ajakan untuk melarang umat Islam memilih pemimpin,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Habib Rizieq, “Kata-kata tidak pilih saya memperjelas bahwa itu dalam konteks pilkada dan tidak ada hubungannya dengan kunjungan kerja.”

“Kata dibohongi pakai Al-Maidah itu memunculkan pertanyaan, siapa yang dibohongi? Tentu umat Islam, tentu maksudnya kalau dibohongi berarti Surat Al Maidah dijadikan sebagai sumber kebohongan,” tambahnya.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini menilai apa yang dilakukan Ahok sudah masuk dalam penodaan terhadap Islam.

“Ini sebuah penodaan, jadi al-Qur’an itu diartikan sebagai sumber kebohongan. Siapa yang dibohongi, ya umat Islam siapa pun yang menggunakan Al Maidah 51 agar tidak memilih pemimpin umat Islam,” ujar Habib Rizieq. (RWN)

The following two tabs change content below.

admin

About admin

Check Also

Pejuang Hak Agraria Itu Telah Berpulang

BP, Batang — Telah meninggal dunia pada Senin sore (25 Mei 2020) di Rumah Sakit …