Rabu , Oktober 2 2019
Home / Jurnal Masyarakat / Relawan Mapala Muhammadiyah Bantu Peralatan Medis ke Desa Terdampak Karhutla Riau

Relawan Mapala Muhammadiyah Bantu Peralatan Medis ke Desa Terdampak Karhutla Riau

BP, Riau — Kondisi kesehatan warga Desa Sialang Kayu Batu, Kecamatan Bunut, Pelalawan, pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak lagi mengkhawatirkan. Warga telah mendapat bantuan medis. Persediaan obat-obatan di puskesmas desa juga masih memadai. Berbeda halnya dengan Desa Keriung, tetangga Desa Sialang Kayu Batu, meski warga sudah mendapat perhatian medis, tetapi belum maksimal. Beberapa warga juga masih dalam proses pengobatan tiga penyakit khas efek asap karhutla, yakni ISPA, iritasi mata dan batuk. Sementara stok obat-obatan mulai menipis dan peralatan pengobatan ISPA tak ada.
“Atas fakta itulah, bantuan obatan-obatan dan peralatan medis kita berikan ke Desa Keriung,” kata kordinator tim bantuan medis relawan Mapala Muhammadiyah, Rizka Fitri Amelia (28/10/2019).

Tim relawan Mapala Muhammadiyah terdiri dari Mapala UMRI, Mapala UMY, Stacia UMJ dan SARMMI.
Turut memberikan bantuan medis ke Desa Sialang Kayu Batu dan Desa Keriung adalah tim relawan Universitas Negeri Jakarta Peduli (UNJ Peduli).

Lebih jauh Rizka dari Stacia UMJ menerangkan, obat-obatan yang diberikan adalah antibiotik, obat mata, obat alergi, masker, obat ISPA berikut Nebulizer. Semuanya dibutuhkan warga Desa Keriung. Baik untuk sekarang maupun untuk berjaga-jaga bila Karhutla kembali muncul yang asapnya berdampak pada kesehatan warga Desa Keriung.
“Nebulizer adalah alat medis yang digerakan listrik untuk pengobatan ISPA. Alat ini berfungsi mengubah obat cair manjadi bisa dihirup agar langsung ke paru-paru,” terang Rizka.
“Nebulizer diberikan ke Puskesdes Keriung,” lanjut Rizka, “Karena selama ini bila ada warga menderita ISPA akan dirujuk ke Puskesmas lain yang jaraknya jauh. Dengan dibantu Nebulizer, maka bila ada warga Desa Keriung menderita ISPA dapat langsung berobat ke Puskesdes Keriung. Tak lagi ke tempat lain,” jelasnya.
“ISPA seyogyanya ditangani segera, karena itulah selain memberi bantuan obat-obatan dan Nebulizer, kita juga memberikan pelatihan singkat penggunaan Nebulizer yang efektif dan benar,” lanjut Rizka.

Sementara itu, Kepala Puskesdes Keriung Santi saat menerima bantuan mengaku sangat terbantu. Baik untuknya bekerja maupun untuk seluruh warga Desa Keriung.
“Selama ini kami di Puskesdes Keriung sangat kerepotan bila ada warga menderita ISPA. Warga tak bisa langsung ditangani, karena harus dirujuk ke tempat lain yang jauh. Dengan adanya Nebulizer berikut obat-obatan lainnya, proses pengobatan akan cepat dan maksimal,” papar Santi.


Sebelum ke Desa Sialang Kayu Batu dan ke Desa Kuriung, tim bantuan medis relawan Mapala Muhammadiyah memberikan bantuan tiga ribu masker ke Desa Sungai Putih, Kecamatan Tapung, Kampar. (27/10/2019).


“Kita memberi bantuan masker, karena itulah yang dibutuhkan warga Desa Sungai Putih. Kondisi kesehatan mereka baik dan stok obat-obatan ada. Sedangkan masker masih mereka perlukan,” ungkap Rizka.

Kepala Desa Sungai Putih Darmaji, mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan yang diterimanya. Semua masker akan langsung dibagikan ke warganya.

“Agar warga kami tetap sehat dan terlindung dari ancaman ISPA,” kata Darmaji.

(Ahyar Stone)

About admin

Check Also

BJ. Habibie Tutup Usia

BP, Jakarta — Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu sore (11/9/2019) …