Minggu , November 18 2018
Home / English Article / Menyusuri Pesona Hutan Bakau Karangsong, Indramayu

Menyusuri Pesona Hutan Bakau Karangsong, Indramayu

BP_Indramayu——-Secara geografis Hutan Mangrove Karangsong terletak di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat. Hutan Mangrove Karangsong mulai dirawat pada tahun 2008 dan menjadi ekowisata hutan mangrove melalui program CSR Pertamina RU VI Balongan yang dimulai pada tahun 2010 sampai 2014 dan dikelola oleh masyarakat lokal. Pada tanggal 15 Juni 2014 telah dilaksanakan peletakan tiang pertama Track Ekowisata Mangrove Karangsong pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2014 oleh Prof.Dr. Balthasar Kambuaya, Mba (Menteri Lingkungan Hidup RI), Yulian Dekri (GM Pertamina RU VI Balongan) dan Hj.Anna Sophanah (Bupati Indramayu).

Lokasi ini juga ditetapkan sebagai mangrove center untuk wilayah barat Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Pada tahun 2010 telah dilakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 5.000 pohon. Pada tahun 2012 dilakukan penanaman sekitar 10.000 pohon dan pada tahun 2015 diadakan penanaman kembali 1000 pohon diantaranya cemara, ketapang dan widuri laut. Disini juga terdapat mangrove sejati yaitu bakau dan api-api.

“Kami ada rencana untuk melakukan penanaman bibit mangrove lagi seluas 3 hektar. Memang tempatnya agak jauh dari yang sebelumnya.” ujar Eka selaku Pengurus Kelompok Bidang Penghijauan.

Tidak membutuhkan biaya yang sangat banyak untuk berkunjung ke hutan mangrove Karangsong ini, hanya 30.000 Rupiah saja. Perinciannya Rp10.000,- untuk masuk ke kawasan wisata pantai Karangsong, Rp15.000,- untuk biaya naik perahu ke hutan mangrove dan Rp5.000, untuk parkir kendaraan.

“Tempat ini sangat cocok untuk melakukan observasi/penelitian untuk kalangan sispala, mapala maupun aktivis lingkungan. Akan tetapi saat melakukan track mangrove banyak ditemukan sampah-sampah berserakan dimana-mana walaupun tempat sampah yang disediakan sudah sangat banyak di sepanjang trek. Ini membuktikan bahwa kurang kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Darmaji dari Mapala Sylva. (Sumar Adi Wijaya)

The following two tabs change content below.

About admin