Rabu , November 14 2018
Home / Info komunitas / Melawan Kanker, Menggapai Atap Dunia

Melawan Kanker, Menggapai Atap Dunia

BP, Jakarta — Muhamad Gunawan yang kerap disapa dengan panggilan Ogun merupakan anggota WANADRI yang sangat legendaris di kalangan para penggiat kegiatan alam bebas khususnya di Indonesia.

Pada tahun 2015, Beliau mendapatkan anugerah penyakit kanker nasofaring stadium empat. Akan  tetapi tidak menyurutkan semangat beliau untuk menggapai impiannya yang sempat tertunda 20 tahun yang lalu.

Pada tahun 1994 ia bergabung dengan tim Internasional dan tahun 1997 ia bersama Kopassus dan tim Everest Indonesia melakukan pendakian Gunung Everest. Sayangnya, cita-cita nya tertunda untuk menggapai puncak Everest ketika di 200 meter terakhir menuju puncak karena badai.

“Sudah dua kali saya ke Everest, namun tidak sampai puncak. Tepat 20 tahun yang lalu, kali ini saya ingin ke sana lagi,” ujar Ogun dalam acara kelas diskusi di Warung Bejo Tebet yang diselenggarakan oleh Backpacker Jakarta (27/7/2017).

Terapi pengobatan kanker pun ia jalani. Sudah melakukan 11 kali kemoterapi dan 38 kali radioterapi. Kini kondisi kesehatan beliau berangsur membaik. Ogun sudah melalang buana mendaki gunung-gunung mancanegara dan internasional.
Tentunya Ogun sudah banyak sekali menelan pengalaman asam, pahit dan manis dalam dunia pendakian.

Ogun kembali memulai pendakiannya. Sedikitnya 5 gunung yang sudah ia tapaki di Indonesia. Yaitu Gunung Papandayan, Gunung Gede, Gunung Semeru, Bukit Hitam, Gunung Merbabu, dan Gunung Arjuno. Tak hanya gunung di Indonesia saja, gunung es pun menjadi bahan training beliau sebelum ke Gunung Everest. Seperti Yala Peak (5520 mdpl) dan Naya Kanga Peak (5844 mdpl) dan rencana Ogun akan ke Gunung Ellbrus dalam waktu dekat ini.

Saat melakukan training di gunung-gunung tropis dan gunung es, Ogun selalu didampingi oleh dokter Ikbal selaku pemandu medis untuk mengontrol kesehatan beliau saat pendakian.

“Awal mula saya bertemu dengan Kang Ogun itu pada tahun 2015. Saat itu saya melihat badan Kang Ogun besar dan lecek, serta terdapat 2 benjolan di leher kanan dan kirinya. Lantas, saya himbau untuk periksa, ” ujar dokter Ikbal.

Kini, pengalaman beliau sudah dituangkan ke dalam bentuk buku yang berjudul “Ogun Cancer Survivor Menggapai Dunia”. Rencananya ada 3 buku yang akan dibuat. Buku ini ditulis oleh Zhibril, salah satu anggota WANADRI.

“Saya juga tidak tahu, di umur 60 tahun nanti, tepatnya di bulan April 2018, saya bisa atau tidak sampai di puncak Everest. Saya minta doa dan dukungannya dari teman-teman semua, ” tutup Ogun.

Sumar Adi Wijaya

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Di Reuni 212 Laskar 7 Targetkan Pengadaan Air Bersih Untuk Masyarakat Desa

BP, Jakarta — Silang Monas, Sabtu pagi (2/12/17) sebahagian masyarakat Islam datang  berbondong-bondong mendekati magnet …