Jumat , November 16 2018
Home / Nasional / Mamalia Besar Yang Semakin Terhimpit

Mamalia Besar Yang Semakin Terhimpit

Foto: Dokumentasi Boy, FFI.

BP, Jakarta — Menemui Boyhaqie (8/4/2018) saat jam sibuknya mengunjungi Jakarta adalah satu hal yang luar biasa.

Boy dari Fauna and Flora Internasional-Indonesia Programme mulai melakukan survey dua tahun terakhir. Area yang disurveinya adalah daerah Aceh. “Dulu hewan gajah di Aceh dihormati dengan panggilan Tengku Rayeuk, ada yang memanggil Peumurah,” ungkap Boy. “Namun sekarang dianggap menjadi hama di beberapa daerah seperti di Pidie serta di Aceh Timur,” tambahnya.

Di Aceh Timur pada tahun 2017 Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan, sebanyak 12 gajah tewas di provinsi itu. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya gajah liar dan satu gajah jinak. Di keseluruhan Aceh ada 17 gajah mati pada tahun lalu.

Dikatakan Boy bahwa penyebab gajah mati selain diburu adalah dengan diracun oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

“Sebetulnya dulu masyarakat sangat menghormati gajah karena peran gajah sebagai petani hutan. Dari biji-bijian yang dimakan kemudian tidak terurai dengan tubuh, lalu dilepaskan dalam bentuk kotoran di tempat yang berbeda. Maka tumbuhlah pohon baru,” jelas Boy.

Kini masyarakat menganggapnya hama karena gajah mengganggu tanaman. Hal tersebut dikarenakan luasan hutan yang semakin menyempit.

Populasi gajah di Aceh hanya sekitar 500 ekor lebih. Dalam perannya gajah sebagai penyebar biji-bijian di rimba justru gajah hidupnya semakin terhimpit, karena status alih fungsi lahan.

(FAI)

The following two tabs change content below.

About admin

Check Also

Dato’ MZA, Pembela TKI Yang Menjadi Caleg PPP

Foto: Dato’ MZA (kanan). BP, Jakarta — Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah pahlawan devisa bagi …